Gesekan
Pada laman ini akan dibahas tentang gesekan, dimana gesekan yang akan diuraikan adalah materi dasar sebagaimana dipaparkan pada mata kuliah statika struktur. Dibagian laman ini akan dibahas menjadi dua bagian yaitu penomena gesekan dan pengaplikasian gesekan dalam mesin. Namun, sebelum membahas tentang gesekan akan disampaikan pendahuluan untuk mengulas beberapa hal yang berkaitan dengan gesekan yang dimaksud.
Gambar
1. Continuously Variable Transmission (CVT),
Sumber
: https://www.liveabout.com/
Pada gambar 1 merupakan
contoh gesekan dalam sebuah mesin, dimana diartikan bahwa diameter penggerakan
dan pully yang digerakkan dapat berubah – ubah untuk merubah transmisi rasio.
Gesekan antara logam belt dan pully adalah factor utama proses desain. Bisa
diasumsikan bahwa gaya gesek dan reaksi antara kontak permukaan bergerak atau
bertindak secara normal terhadap permukaan. Asumsi ini akan dibahas juga pada laman ini nantinya, dimana merupakan suatu interaksi antara permukaan hasil dan sebagaimana diilustrasikan
sebagai berikut ini:
Gambar
2. Smooth Surfaces
<!--more-->
Meskipun asumsi tersebut seing
dilibatkan relatifitasnya hanya sedikit eror, dimana juga merupakan permasalah
dalam harus menghubungkan pertimbangan kontak permukaan untuk mendukung
tangensial sebagai gaya normal. Gaya tangensial dihasilkan antara menghubungkan
permukan yang disebut sebagai gaya gesek dan terjadi beberapa derajat dalam
interaksi antara semua permukaan nyata. Kapanpun ada kecenderungannya untuk
satu kontak permukaan sebagian disepanjang permukaan lainnya, gaya gesek
berkembang selalu dalam reaksi kecenderungan berlawanan.
Beberapa tipe mesin dan
proses diinginkan untuk meminimalisir efek perlambatan gaya gesek. Contoh
adalah bearing semua tipe, kekuatan skrup, gear, aliran fluida dalam pipa, dan penggerak
pesawat dan rudal melalui atmoper. Pada situasi lain diharpkan untuk
memaksimalkan efek gesekan, seperti break, sabuk, penggerak belt, dan irisan. Kendaraan
beroda rongga pada gesekan untuk memulai dan menghentikan, dan seperti jalan
kaki bisa bergantung pada gesekan antara Sepatu dan tanah. Gaya gesek merupakan
menghadirkan secara natural dan keluar di semua mesin seberapa akurat
konstusinya dan hati – hati pelumasannya. Sebuh mesin atau proses yang gesekannya
cukup sedikit diabaikan dikatakan ideal. Ketika gaya gesek harus diperhitungkan,
mesin atau proses adalah istilah nyata. Dalam semua kasus dimana terjadi gerak
gesek antara bagian, maka gaya gesek menghasilakan hilangnya energi yang hilang
dalam bentuk panas. Kehausan adalah efek lain dari gesekan.
Terkait dengan penomena
gesekan yang disampaikan hanya secara singkat tentang tipe resistensi
gesekan pada mesin. Pada penomena yang dimaksud lebih banyak disampaikan
terkait dengan penomena gesekan yang bersifat kering. Adapun beberapa jenis
gesekan pada gesekan yaitu gesekan kering, gesekan fluida dan gesekan
internal.
Gesekan
kering dimaksud yaitu terjadi ketika pada permukaan tanpa
pelumasan dari suatu yang padat bersentuhan dalam kondisi meluncur atau
kecenderungan meluncur. Gaya gesek tangensial dengan permukanan kontak terjadi
selama interval menjelang terjadinya selip maupun pada saat terjadinya terjadinya
selip. Arah gaya gesek ini selalu menolak gerak atau menghambat gerak. Tipe ini gesekan disebut sebagai Gesekan
Coulomb (Coulomb friction). Prinsip dari kesekan kering dan gesekan
coulomb dikembangkan selama dari eksperimen coulomb di 1781 dan karya tahun
1831 hingga 1834. Dipembahasan berikutnya akan dijelaskan model analatik yang
cukup untuk menangani sebagian besar masalah yang melibatkan kesekan kering,
yang dimana mdel ini merupakan menjadi dasar sebagian pada pembahasan ini.
Gesekan
fluida terjadi ketika lapisan – lapisan yang berdekatan
dalam suatu fluida cair atau gas bergerak dengan kecepatan berbeda. Gerak
penyebab gaya kesekan antara elemen fluida, dan gaya ini berganntung pada
kecepatan relative antara lapisan. Jika tidak ada kecepatan relative maka tidak
ada gesekan fludia. Gesekan fluida tidak hanya tergantung nilai kecepatan di
dalam fluida tapi juga pada kecepatan dari fluida, yang merupakan ukuran
resistensi terhadap aksi gesekan antara lapisan fluida. Gesekan mekanika fluida
dan tidak akan dibahas lebih lanjut pada laman ini.
Gesekan
internal terjadi pada semua bahan pada yang mengalami
pembebanan siklik. Untuk material yang
elastic, pemulihan dari deformasi terjadi dengan sedikit kehilangn energi
karena akibat gesekan internal. Untuk material yang mempunyai batas elastisitas
dan yang mengalami deformasi plastis yang cukub besar selama pembebanan, maka
akan terjadi gesekan internal dapat menyertai deformasi yang dimaksud.
Mekanisme gesekan internal dikaitkan dengan aksi deformasi gesekan, yang dibahas dalam referensi
material sains. Secara umum laman ini membahas efek eksternal dari gaya – gaya,
tentunya tidak akan dibahas lebih jauh pembahasan terkait dengan gesekan lebih
lanjut.
Kesekan
kering di dilaman ini menjelaskan gesekan kering yang
berkeja pada permukaan luar benda tegar. Sekarang akan disampaikan atau
dijelaskan terkait dengan mekanisme gesekan kering dengan menjelaskan dengan
sedikit lebih sederhana.
Mempertimbangkan suatu blok pada massa m bertumpu pada permukaan horizontal, sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3a. Diasumsikan hubungan permukaan yang mempunyai beberapa kekasaran. Ekperimen yang melibatkan penerapan gaya horizontal P yang terus menerus meningkat dari nol hingga suatu niali yang cukup untuk menggerakan balok dan memberikan kecepatan lebih besar. Diagram gaya bebas blok untuk nilai P apapun ditunjukkan pada gambar 3b, dimana gaya gesek tangensial dilakukan oleh bidang pada balok diberi label F. Aksi gaya gesek ini pada bodi akan selalu berada pada arah yang menentang gerak atau kecenderungan terhadap gerak benda. Ada juga gaya normal N yang dalam hal ini sama dengan mg, total gaya R dilakukan oleh permukaan pendukung pada blok adalah resultan dari N dan F.
Gambar 3.
Pandangan yang diperbesar tentang ketidakteraturan
permukaan yang berhubungan gambar 3c, membutuhkan untuk dianalisis aksi
mekanika geseknya. Dukungan tentu bersifat intermiten dan ada di punuk gabungan.
Arah masing – masing reaksi pada blik, R1, R2, R3 dan seterusnya, tidak hanya
bergantung pada profil geometri ketidakteraturan teteaou juga oada luas local deformasi
pada setiap titik kontak. Total gaya normal N merupakan jumlah dari komponen
n dari R’s dan total gaya gesekan F merupakan jumlah dari t
komponen dari R’s. Ketika permukaan berada dalam gerakan relative, lebih
dekat disepanjang puncak punuk, dan t komponen membutuhkan observasi
untuk menjelaskan katak yang diketahui bahwa gaya P yang diperlukan
untuk mempertahankan gerak umumnya lebih kecil daripada gaya yang diperlukan
untuk memulai balok ketika ketidakteraturan berada lebih dekat pada mesh.
Jika dieksperimenkan dan mecatat gaya gesek F sebagai
fungsi P, akan diperoleh hubungan seperti pada gambar 3d. Ketika P adalah
nol, kesetimbangan mensyaratkan titik adanya gaya gesek. Sebagai P bertambah,
gaya gesek harus sama dan beralwanan dengan P selama balok tidak
tergelincir. Selama periode ini blok tersebut berada dalam kesetimbangan, dan
semua gaya yang bekerja pada blik harus memenuhi persamaan setimbangan. Terakhir,
mencapai nilai P yang menyebabkan terselip dan berpindah atau bergerak searah
dengan gaya yang diberikan. Pada saat yang sama gaya gesek berkurang sedikit tiba – tiba. Pada dasarnya tetap konstan selama beberapa waktu tetapi kemudian
kecepatan semakin berkuran seiring meningkatkan kecepatannya.