ZMedia Purwodadi

Penggunaan Alat dan Standarisasi Gambar

Table of Contents

   Untuk mendapatkan  gambar  teknik  yang  baik,  tidak  hanya  menguasai teknik menggambar yang baik tetapi juga perlu didukung dengan alat-alat gambar yang tepat penggunaannya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pemilihan dan penggunaan alat-alat gambar secara tepat: 

A. Pensil Gambar

        Ada tiga golongan kekerasan pensil, yang masing-masing dibagi lagi dalam tingkat kekerasan. Golongan tersebut adalah keras (H), sedang (F) dan lunak (B). Golongan keras dari 9H sampai 4H, golongan sedang dari 3H sampai B dan golongan lunak dari 2B sampai dengan 7B. Sayang sekali derajat kekerasan pensil ini masih belum di standarkan sepenuhnya., karena itu dianjurkan untuk menggunakan satu merk pensil saja agar lebih tepat derajat kekerasannya. Untuk menarik garis yang panjang dengan tebal yang sama (konstan) sebaiknya pensil dibuat pipih (baji) gambar 2.1.a, jadi jangan runcing / konis seperti gambar 2.1b. Untuk membuat pensil pipih dapat digunakan kertas ampelas.
        Sekarang  sudah  banyak  dipakai  pensil  yang  diisi  kembali (pensil mekanik). Isi dari pensil ini mempunyai tingkat kekerasan yang bermacammacam  demikianjuga  dengan  ukuran  diameter  isinya  dapat  disesuaikan dengan ukuran tebal garis, sehingga tidak perlu lagi penajaman. Ukuranukuran yang ada ialah 0,3, 0,5, 0,7 dan 0,9 mm dan kekerasannya dapat dipilih dari HB atau F, H, 2H dan 3H. Supaya hasil dari garis yang dibuat dengan pensil tersebut baik, maka pensil terhadap mistar hams mempunayi sudut 90  derajat,  sedang  kecondongan  dari  arah  gerakannya  bersudut antara 80 - 90 derajat. Perhatjkan gambar 2.2                                                                                                                                                            

b. Pena


Gambar 2.3 : Pensil gambar yang dapat di isi kembali dan pensil mekanik


Pena  yang  mempunyai  ujung  (mata  pena)  dengan  macam-macam ukuran,  seperti  pensil  mekanis  disebut  Rapido.  Banyak  keuntungan  dari pena Rapido ini bila dibandingkan dengan pena tarik:

1.    Tidak sering-sering mengisi tinta, sehingga dapat menghemat waktu

2.    Tinta berada dalam tabung sehingga tidak mudah tumpah, pada pena tarik tinta berada pada mulut pena dan berhubungan langsung dengan udara luar, sehingga cepat kering dan mudah tumpah.

3.    Tebal/ tipis nya garis sangat akurat, sebab ada macam-macam pilihan mata pena dengan ukuran tebal yang sudah tepat. Tidak perlu menyetel/memeriksa tebal garis lagi Saat ini pena -tank sudah ditinggalkan dan dipakai pena "rapido"


 

Gambar 2.4 : Rapido

Untuk mendapatkan hasil gambar tinta yang baik, kerjakan anjuran-anjuran di bawah ini:

·         Pertama-tama gambarlah semua lingkaran, busur lingkaran atau garis lengkung. Lebih mudah menyambung garis lurus pada garis lengkung dari pada sebaliknya.

·         Semua  garis  lurus  digambar  berikutnya.  Garis-garis tegak lurus digambar dari kiri ke kanan dan semua garis mendatar dari atas ke bawah ( lihat gambar 2.5 ).


    

Gambar 2.5 : Membuat garis lurus.

Gambar 2.6 : Jangka

 

c.      Jangka

Jangka digunakan untuk membuat lingkaran, membagi garis atau sudut dan sebagainya. Konstruksi dari jangka pada dasarnya terdiri dari beberapa bagian yang disambungkan antara satu dengan yang lain memper gunakan engsel.

 

d.      Penggaris/mistar.

Penggaris-T  terdiri  dari  landasan  (kepala)  dan  daun,  sehingga membentuk  huruf T,  disebut  pula  penggaris-T.  Biasa  digunakan  untuk membuat garis horizontal yang panjang dengan menekankan landasannya pada tepi kiri papan gambar dan menggesernya ke atas dan ke bawah. Jenis lain dari penggaris-T adalah yang landasannya dua, satu landasan tetap dan yang lain dapat bergerak. Dengan mengatur sudut yang dikehendaki dari landasan yang dapat bergerak ini orang dapat membuat garis panjang yang  tidak horizontal (miring). Untuk menarik garis dengan pensil tinta dipakai permukaan penggaris yang condong bukan yang tebal, lihat penampang dari penggaris. Gambar 2.7 Ukuran dari penggaris-T ini biasanya disesuaikan dengan ukuran papan gambar.

Bahan  dari  penggaris  ini  biasanya  dibuat  dari  seluloid/  mika  yang tahan terhadap perubahan cuaca yaitu panas dan dingin, selain itu juga transparan (tembus pandang). Untuk memeriksa kelurusan dari penggaris  ini, diperlukan penggaris-T yang sudah diperiksa kelurusannya, kemudian permukaan  yang  dipakai  untuk  menggaris  dari  kedua  penggaris-T  itu dipertemukan diatas papan gambar seperti pada gb.2.11 bila berimpit betul-betui dan tidak ada yang renggang berarti penggaris-T itu lurus.

Gambar 2.7 : Penggaris T

e.      Mistar Segi Tiga

Disamping  mistar  lurus  yang  biasa  kita  kenal,  kita  membutuhkan sepasang  mistar  segi  tiga  untuk  membuat  sudut  istimewa  dan  untuk membuat garis sejajar, terutama bila kita tidak memiliki mesin gambar. Mistar segi tiga yang dipakai ada 2 (dua) buah, mistar yang pertama mempunyai sudut 45°, 90°, 45°, sedangkan yang lainnya mempunyai sudut 30°, 60° dan 90°.

Gambar 2.8 : Mistar segi tiga

 

f.        Mistar ukur

Mistar ukur mempunyai garis pembagi dalam mm dan inchi, dibuat dari bahan yang tidak mudah rusak, seperti kayu yang tidak terpengaruh oleh  kelembaban  udara  atau  dari  seluloid.  Untuk  memindahkan  ukuran
dengan baik dan tepat, ukuran pada mistar ukur harus sedekat mungkin dengan permukaan kertas. Jadi kecondongan dari mistar ukur sangat tajam (gambar 2.9).

 

Gambar 2.9 : Mistar ukur

 

g.      Mistar skala (tongkat skala)

Jika  menggambar  benda  menjadi  lebih  besar  atau  lebih  kecil  dari benda sesungguhnya, maka ukurannya diskala. Agar setiap kali mengukur tidak perlu menghitung (mengalikan atau membagi), maka cukup dengan mengunakan mistar skala. Ada mistar skala yang mempunyai penampang segitiga dan tiap ujung segitiga ada 2 skala, sehingga total keseluruhannya ada 6 skala pada satu tongkat skala (gambar 2.10).

 

Gambar 2.10 : Tongkat skala

h.      Busur derajat

Busur derajat dibuat dari aluminium atau plastik. Biasanya busur derajat ini mempunyai garis-garis pembagi dari 0° sampai dengan 180°

Gb. 2.11. Dengan alat ini dapat diukur sudut atau membagi sudut.

i.      Penghapus dan pelindung penghapus

Untuk menghapus garis yang salah dipergunakan penghapus dengan mutu yang baik. Ada  penghapus yang dibuat dari karet dan ada yang dibuat dari plastik. Penghapus yang baik harus dapat menghilangkan garis atau gambar yang tidak diinginkan dengan tidak merusak gambar. Untuk tinta dipakai penghapus tinta. Pelindung penghapus ini dipakai bila kita  ingin menghilangkan  garis  salah,  dimana  garis  ini  berdekatan dengan garis-garis lain yang diperlukan. Dengan alat ini garis-garis yang perlu dapat terlindung dari penghapusan. Pelindung penghapus ini mempunyai berbagai bentuk

Gambar 2.12 : Karet penghapus dan pelindung penghapus

 

j.        Mal

Untuk  menggambar  garis-garis  lengkung  yang  tidak  dapat  dibuat dengan  jangka,  digunakan  mal  lengkung.  Dibidang  perkapalan  untuk menggambar  bentuk  potongan  dari  kapal  banyak  sekali  macam  dan ragamnya garis-garis lengkung tersebut. Untuk memudahkan menggambar diciptakan  suatu  alat  yang  disebut  mal  perkapalan  yang  jumlahnya 41 buah.(gambar 2.13a). Jadi untuk menarik garis lengkung tersebut supaya tidak banyak sambungan maka diupayakan untuk mencari bentuk mal yang paling cocok dari 41 buah bentuk mal tersebut dan dari tiap sambungan tersebut tidak boleh ada garis lengkung yang patah.

 

Gambar 2.13a: Mal perkapalan

                                         

Gambar 2.13b: Mal umum

Selain  dengan  mal,  untuk  menggambar  garis-garis  lengkung  dari bentuk kapal dipakai juga alat yang disebut strooklat, alat ini dibuat dari kayu  yang  agak  elastis  supaya  mudah  dilenturkan,  tetapi  tidak  mudah patah.

Gambar 2.14 : Strooklat

 

k.      Sablon (mal bentuk)

Sablon ada macam-macam, ada sablon untuk huruf, angka, lingkaran, segi empat, elipis, lambang untuk tanda pengerjaan, untuk tanda las dsb. Selain itu ada sablon sesuai dengan bidang kejuruannnya, misalnya untuk elektro, mesin dsb.

Gambar 2.15 : Sablon lingkaran dan penggunaanya

 

l.        Papan gambar dan meja gambar

Sekarang sudah banyak papan gambar yang dibuat dari plywood atau multiplex  yang  sudah  diolah/  dawetkan  dengan  ketebalan 2-3  cm. Keutungan dari papan gambar ini mempunyai permukaan yang rata (tidak
ada sambungan). Bila dipakai papan gambar yang disambung dari beberapa lembar papan, sebaiknya sambungannya sesedikit mungkin. Papan gambar ini biasanya diletakkan diatas rangka atau meja (gambar 2.16) yang dibuat khusus   untuk   tujuan   ini,   yaitu   dapat   diatur   ketinggiannya   untuk menyesuaikan dengan tinggi/rendahnya orang yang menggambar, demikian juga kemiringannya dari papan gambar tersebut dapat dirubahrubah.

 

Gambar 2.16 : Meja gambar

 

m.    Mesin gambar

Mesin gambar adalah sebuah alat yang dapat menggantikan alat-alat gambar lainnya seperti busur derajat, pengaris -T, segitiga, mistar skala dsb. Keuntungannya dapat mempercepat penyelesaian gambar. Dibawah ini
contoh dari beberapa mesin gambar yaitu mesin gambar yang memakai roda dan pita baja (gambar 2.17) dan mesin gambar kereta (gambar 2.18). Jenis  yang  terakhir  ini  mempunyai  konstruksi  yang  kuat  dan  kekar dibandingkan denganjenis pita (lengan). Disamping itu kedudukan penggaris dapat dikunci pada kereta vertikal. Diujung alat ini ada sepasang pengaris tegak lurus dan dapat diputar pada sudut yang dikehendaki. Alat ini juga dapat dipakai untuk menarik garis-garis sejajar, garis tegak lurus dengan mudah.  Pengaris  yang  dipasang  pada  alat  ini  bisa  diganti-ganti  sesuai dengan skala yang ingin dipakai 1:1;1:2;1:5;1:10 dsb. Sepasang pengaris tegak  lurus  tersebut  dapat  digerakan  bebas  disemua  permukaan  papan
gambar.

Gambar 2.17 : Mesin gambar pita , Gambar 2.18 : Mesin gambar kereta

 

n.      Kertas gambar dan ukurannya.

Sesuai dengan tujuan gambar, bermacam-macam kertas gambar dipakai, seperti misalnya kertas gambar putih, kertas kalkir dsb. Untuk gambar tata letak (perencanaan awal), biasanya dipakai kertas gambar putih yang permukaannya tidak berbulu atau kasar dan menggunakan pinsil. Sedang untuk gambar kerja yang biasanya dibutuhkan lebih dari satu (untuk diperbanyak untuk disebarkan kebengkel, arsip dsb.) biasanya  dipakai  kertas  kalkir.  Sebab  gambar  diatas  kertas  kalkir  ini dapat diperbanyak dengar cara cetak biru (blue print) atau dengan copy biasa. Jadi gambar yang dipakai dibeng-kel adalah gambar cetak birunya, sedang gambar asli (kalkir) disimpan sebagai arsip. Untuk gambar diatas kalkir ini biasanya digunakan tinta untuk mendapatkan hasil cetak biru (foto copy) yang baik.

 

Rangkuman 1:

Alat-alat gambar yang dipergunakan dalam bidang gambar perkapalan terdiri atas pensil gambar, pena gambar, kotak jangka, penggaris panjang, penggaris-T, sepasang segitiga, mistar ukur, mistar skala, busur derajat, penghapus,  pelindung  penghapus,  mal  bentuk  (sablon),  mal  perkapalan, strooklat,  pemberat,  pita  gambar,  papan  gambar,  meja  gambar  mesin gambar. dan kertas gambar. Mutu  dari suatu  gambar  ditentukan dari  sarana  (alat-alat  gambar) yang baik dan sumber daya manusianya yang mampu menguasai teknik  gambar dan memgunakan alat-alat gambar dengan tepat.

Untuk menyeragamkan ukuran kertas gambar, maka diadakan normalisasi ukuran kertas. Yang paling banyak dipergunakan adalah kertas gambar dari seri A0. Ukuran pokok dari kertas gambar A0 adalah: luasnya = 1 m2 dan perbandingan panjang dan lebar = 1 : v2

Bila panjang = x dan lebar = y, maka didapat persamaan x : y = 1 : v2 dengan menyelesaikan persamaan ini, maka kita dapatkan x = 0,841 m atau 841 mm dan y= 1.189m atau 1189mm. Dengan membagi ukuran kertas A0 menjadi dua bagian yang sama besar, maka didapat ukuran  kertas A1. Dengan membagi ukuran kertas gambar A1 menjadi dua bagian yang sama besar, maka didapat ukuran kertas A2 (2 artinya A0 dibagi  dua kali). Selain itu masih ada ukuran-ukuran lain yang lebih kecil dengan jalan selalu membagi menjadi 2 bagian yang sama besar.

Ukuran pokok dari kertas seri B0 adalah : luasnya = v2 m2 dan perbandingan panjang dan lebar = 1 : v1 Dengan cara penyelesaian yang sama seperti seri A0, maka didapat ukuran kertas seri B0, panjang x = 1414 mm dan lebar y = 1000 mm B1, panjang x = 1000 mm dan lebar y = 707 mm B2. panjang x = 707 mm dan lebar y =   500 mm dst.

Setiap  gambar  kerja  harus  mempunyai  garis  tepi  pada  masingmasing sisinya. Pada umumnya garis tepi (b) tersebut jaraknya adalah sama untuk semua sisi, biasanya 5 mm atau 10 mm. Apabila kertas gambar ini akan dibukukan (diodnerkan) dimana pada bagian sisi kirinya diplong (dilubangi),  maka  pada  sisi  sebelah  kiri  dibuat  lebih  besar dibandingkan dengan sisi-sisi lainya.

 

Standar Ukuran Kertas Gambar – GURUPUJAZ

Bila  dibutuhkan  ukuran  kertas  gambar  yang  lebih  panjang,  dapat dipilih  dan  ukuran  khusus  yang  diperpanjang,  dapat  diperoleh  dengan memperpanjang  sisi  pendek  dari  ukuran  A  dasar  yang  dipilih.  Dan  ini banyak  digunakan  pada  gambar-gambar  teknik  Perkapalan,  misalnya rencana garis dll. Contoh kertas gambar diperpanjang.

Kertas  gambar  perlu  dilipat  dengan  ukuran  standar  A4,  sehingga memudahkan membawa atau menyimpannya, karena ukuran A4 adalah juga  standar  kertas  administrasi,  kotak  surat,  tas  kantor  dsb.  Semua gambar dlm keadaan terlipat, kotak nama harus terletak dimuka dari lipatan tersebut (lihat gambar 2.18).

Dianjurkan memasang lembaran kertas dasar dari kertas putih yang tebal di atas papan gambar, terutama untuk papan gambar yang dibuat dari lembar kayu yang disambung. Hal ini dilakukan untuk mengatasi ketidak rataan papan gambar dan kebersihan kertas gambar, terutama pada waktu memakai kertas gambar yang tipis atau kertas kalkir.

Untuk menentukan ukuran kertas gambar yang akan dipakai, yang perlu diperhatikan antara lain:

-       Besar kecilnya benda susunan yang akan digambar.

-       Banyaknya bagian/ detail dan jumlah masing-masing pandangan atau potongan          (penampang)  yang  harus  Digambar.

-       Ukuran  skala  yang dipakai. 

Gambar 2.18 : Melipat kertas gambar

 

Di  dalam  membagi  ruang  gambar  hendaknya  gambar  susunan diletakkan dibagian kiri atas, kolom nama serta daftar bagian diletakkan di bagian   kanan   bawah.   Waktu   membagi   ruang   gambar   diusahakan sedemikian  rupa  sehingga  proyeksi  antara  susunan  dengan  detail  atau antara  detail  yang  satu  dengan  detail  yang  lainnya  tidak  terlalu  dekat, sedang proyeksi dari sebuah detail yang samajangan ditempatkan terlalu jauh satu sama lainnya. Apabila jumlah detailnya terlalu banyak, gambar susunan  dan  daftar  bagian  digambar  pada  satu  kertas  gambar  sedang gambar detailnya digambar dikertas gambar yang lain.