Kekuatan Balok Gigi Gear
Analisis tegangan bending pada gigi roda gigi telah dilakukan oleh Wilfred Lewis di makalahnya. ‘The investigation of the strength of gear tooth’ disubmit di the Engineer’s Club of Philadelphia pada tahun 1892. Hingga saat ini, terkait dengan makalah yang dibuat dijadikan sebagai persamaan Lewis, yang dianggap sebagai persamaan dasar dalam desain roda gigi. Dalam analisis Lewis gigi roda gigi diperlakukan sebagai bagina dari penopang seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Komponen tangensial (Pt) menyebabkan momen lentur di sekitar pangkal gigi. Maka persamaan Lewis didasarkan pada asumsi berikut:
- Pengaruh komponen radial (Pr), yang menginduksi tegangan tekan, diabaikan.
- Diasumsikan bahwa komponen tangensial (Pt) terdistribusi secara merata pada lebar muka roda gigi. Hal ini dimungkinkan bila roda gigi kaku dan dikerjakan secara akurat.
- Pengaruh konsentrasi tegangan diabaikan.
- Diasumsikan bahwa setiap saat, hanya satu pasang gigi yang bersentuhan dan menerima beban total.
Sb = kekuatan balok gigi roda gigi (N)
b = tegangan lentur yang diizinkan (N/mm2)
Persamaan di atas dikenal sebagai Persamaan Lewis. Nilai faktor bentuk Lewis Y untuk sistem involusi kedalaman penuh 20°, dalam Tabel 1di bawah. Untuk menghindari patahnya gigi gear karena tekukan, kekuatan balok harus lebih besar dari gaya efektif antara gigi gerigi.
Karena itu,
Metode penghitungan Peff dibahas dalam Bagian sebelumnya. Dalam desain roda gigi, diperlukan untuk memutuskan yang lebih lemah antara pinion dan roda gigi. Menulis ulang persamaan Lewis
Diamati bahwa m dan b sama untuk pinion dan juga untuk roda gigi. Ketika bahan yang berbeda digunakan, produk (sb Y) memutuskan yang lebih lemah antara pinion dan roda gigi. Faktor bentuk Lewis Y selalu lebih kecil untuk pinion dibandingkan dengan roda gigi. Ketika bahan yang sama digunakan untuk pinion dan roda gigi, pinion selalu lebih lemah dari roda gigi.
Tabel 1. Nilai faktor bentuk Lewis Y untuk sistem involusi kedalaman penuh 20°