Jenis - jenis pandangan dan cara penggambaran khusus
A. JENIS-JENIS PANDANGAN
Dalam menyatakan bentuk suatu benda dengan cara proyeksi orthogonal, kita dapat menentukan satu pandangan atau lebih sebagai pandangan utama. Tetapi untuk kedua benda dengan bentuk tertentu, penyajian secara orthogonal kadang-kadang menjadi tidak jelas atau memerlukan banyak pandangan. Di bawah ini akan dikemukakan jenis-jenis pandangan sebagai alternatif untuk mengatasi hal tersebut.
1. Pandangan Khusus
Untuk menggambarkan bagian benda yang bentuknya miring atau lengkung, akan lebih mudah dan lebih jelas bila menggunakan pandangan khusus(gambar 10.1, 10.2, dan 10.3) memperlihatkan contoh cara penggambaran pandangan khusus.
Gambar 10.1 Pandangan khusus
Gambar 10.2 Pandangan khusus
Gambar 10.3 Pandangan khusus
2. Pandangan Khusus dengan Menggunakan Tanda Panah
Pandangan khusus yang ditunjukkan gambar 10.1, 10.2, dan 10.3 mengikuti ketentuan cara proyeksi Amerika. Dengan demikian, pandangan khusus tersebut tidak boleh digunakan apabila gambar yang kita buat menggunakan cara proyeksi Eropa . Ingat, bahwa dalam satu gambar tidak boleh menggunakan dua cara proyeksi.
Akan tetapi pandangan tersebut menjadi boleh digunakan pada cara proyeksi Eropa apabila arah pandangan yang dimaksud ditunjuk dengan anak panah (gambar 10.4a). Pada gambar cara proyek si Amerika kadang- kadang digunakan juga pandangan khusus dengan tanda panah, apabila gambar pandangan khususnya tidak dapat ditempatkan pada tempat semestinya (gambar 10.4b)
Gambar 10. 4. Pandangan khusus dengan menggunakan tanda panah
3. Pandangan Sebagian
Untuk memperjelas bentuk suatu benda, kadang-kadang hanya diperlukan pandangan sebagian dari arah-arah tertentu saja, tetapi bukan arab menurut cara proyeksi ortogonal. Gambar 10.5 memperlihatkan contoh cara penyajian pandangan sebagian.
Untuk gambar dua pandangan yang menghasilkan gambar mengaburkan (tidakjelas), dapat juga ditangani dengan cara menggambar pandangan sebagian (gambar 10.6).
Gambar 10.5. Pandangansebagian
Gambar 10.6. Pandangansebagian
4. Pandangan Setempat
Gambar 10.7 memperlihatkan cara penggambaran pandangan setempat. Pandangan setempat digambarkan dengan garis tebal dan harus dihubungkan dengan gambar utama oleh garis sumbu.
Gambar 10. 7. Pandangan setempat
5. Pandangan Detail
Untuk bagian benda yang amat kecil, yang tidak dapat digambarkan dengan jelas atau tidak dapat diberi ukuran dengan baik, maka bagian benda tersebut dapat digambarkan lebih terperinci dengan skala pembesaran. Bagian yang akan diperbesar diberi lingkaran tipis dan ditandai dengan huruf besar, misalnya A (gambar 10.8a) . Gambar hasil pembesarannya dibuat di tempat lain yang tidak jauh dari gambar pokoknya. Pada gam bar basil pembesaran diberi keterangan detail A disertai angka skalanya (gambar 10.8b)
Gambar 10.8. Pandangan detail
B. CARA-CARA PENGGAMBARAN KHUSUS
1. Penggambaran Bidang yang Rata (Datar)
Untuk menjelaskan bentuk bidang rata (datar) tanpa menambah pandan gan lain,maka pada bidang rata tersebut ditandai dengan garis diagonal (gambar 10.9).
Perlu juga diketahui ba hwa dalam gambar bangunan atau arsitektur, suatu segiempat yang diberi diagonal diartikan sebagai lubang (gambar 10.10).
Gambar 10.10. Gambar lubang segiempat (dalam gambar bangunan atau arsitektur)
2. Penggambaran Garis-garis Perpotongan
Perpotongan antara dua permukaan, misalnya antara silinder dengan silinder atau antara silinder dengan kerucut, dapat digambarkan dengan tiga kemungkinan, yaitu:
a. Digambarkan secara sebenarnya, artinya perpotongan digambarkan dengan garis gam bar (tebal) jika kelihatan dan dengan gari s putus- putus jika tersembunyi (gam bar 10.11) .
Gambar 10.11. Garis-garis perpotongan digambarkan secara sebenarnya
b. Digambarkan disederhanakan (gambar 10.12)
c. Digambarkan dengan garis khayal (gambar 10.13).
Gambar 10.13. Garis-garis perpotongan digambarkan dengan garis khayal
3. Penggambaran Benda Simetris
Untuk menghemat waktu dan tempat, benda- benda simetri dapat digambarkan
sebagian saja (gam bar 10.14).
4. Penggambaran Benda yang Terlalu Panjang
Benda seperti poros yang panjang dapat digambar terputus-putus. Garis pemutusnya dapat digambardengan garis tipis bebas atau dengan garis berzig-zag (gambar 10. 1 5).
5. Penggambaran untuk Bentuk yang Mengulang
Bagian benda yang bentuknya berulang-ulang tidak perlu digambar seluruhnya, tetapi dapat digambar satu atau dua bentuk saja di bagian tempat yang penting (gambar 10.16).
Gambar 11. 16. Penggambaran bentuk bagian benda yang mengulang
6. Penggambaran Bentuk Asal Benda
Bentuk asal ben da sebelum ditekuk perlu ditunjukkan.
Penggambarannya dengan garis gores titik ganda (gambar 10.17).
Gambar 10. 1 7. Penggambaran bentuk asal benda
7. Penggambaran Bagian yang Berdampingan
Jika pada gambar utama diperlukan bagian yang ada di sebelahnya, maka bagian tersebut di gambarkan dengan garis goren titik ganda tipis (gambar 10. 18).
Gambar 10. 18. Penggambaran bagian yang berdampingan
8. Penggambaran Bagian-bagian yang Dikarter, Jaring Kawa , Pelat Bordes, dan lain-lain Pola dari bentuk-bentuk yang dimaksud, digambar pada bidang hanya sebagian saja
Gambar 10.19. Penggambaran bagian permukaan yang berpola tertentu
9. Penggambaran dengan Proyeksi Putar
Pada cara penggambaran ini, suatu bagian benda dalam satu pandangan diproyeksikan menjadi pandangan lain, tidak menggunakan garis-garis lurus tetapi dengan garis-garis yang memutar (gambar 10.20). Maksud dari proyeksi putar ini adalah untuk menghasilkan pandangan yang lebih jelas dan menyeluruh, sehingga jumlah gambar dapat dibatasi.
Gambar 10.20. Penggambaran dengan proyeksi putar



















