CAE (Computer Aided Engineering)
CAE (Computer Aided Engineering) adalah teknologi yang dimanfaatkan untuk menganalisis serta mengoptimasi produk yang kita desain. CAE bisa dikatakan adalah tahap terakhir sebelum proses manufaktur dilakukan. Sebelum membuat sebuah produk, tentu kita tidak mau mengeluarkan banyak biaya untuk hasil produk yang gagal. Oleh karena itu, analisis gaya, struktur, ataupun fluida harus dilakukan hingga mencapai batas aman.
Metode Elemen Hingga, atau yang lebih dikenal dengan Finite element method, merupakan suatu cara untuk menyelesaikan permasalahan engineering dengan cara membagi obyek analisa menjadi bagian-bagian kecil yang terhingga. Bagian-bagian kecil ini kemudian dianalisa dan hasilnya digabungkan kembali untuk mendapatkan penyelesaian untuk keseluruhan daerah. Metode ini digunakan pada permasalahan engineering dimana exact solution/analytical solution tidak dapat menyelsaikannya. Inti dari FEM adalah membagi suatu benda yang akan dianalisa, menjadi beberapa bagian dengan jumlah hingga (finite). Bagian-bagian ini disebut elemen yang tiap elemen satu dengan elemen lainnya dihubungkan dengan nodal (node). Kemudian dibangun persamaan matematika yang menjadi reprensentasi benda tersebut. Proses pembagian benda menjadi beberapa bagian disebut meshing. FEA dapat digunakan untuk menganalisa secara spesific permasalahan di dunia engineering, misalnya kekuatan struktur, korosi, perpindahan panas, maupun gabungan beban yang terjadi, contoh sebuah structure yang terkorosi sebagian, tidak dapat dihitung secara analitis karena ketebalan struktur berbeda di setiap daerah, dengan proses deskritisasi di FEA, dapat diselesaikan dengan mudah
CFD (Computational Fluid Dynamics) merupakan cabang ilmu dari mekanika fluida yang menggunakan analisis numerik dan data yang terstruktur untuk menganalisis dan memecahkan permasalahan yang melibatkan fluida. Computational Fluid Dynamics adalah metode yang menggunakan angka, algoritma dan bantuan komputer untuk melakukan analisis perhitungannya. Model komputasi pada CFD dengan menggunakan bantuan komputer dapat memecahkan permasalahan fluida yang rumit menjadi lebih mudah dan cepat. Selain itu, CFD menawarkan solusi yang murah untuk melakukan analisis jika dibandingkan dengan uji eksperimental. Kebanyak dari insinyur, menggunakan CFD sebagai solusi terhadap riset atau analisis kasus fluida yang rumit yang tidak bisa dilakukan dengan alat biasa, seperti kasus microgravity, compressible flow, kondisi supersonic dan beberapa kasus ekstreem lainnya. Selain itu, model simulasi CFD sering disertakan pada data uji dilapangan sebagai metode validasi antara simulasi dengan eksperimen. Karena simulasi CFD melibatkan komputer sebagai alatnya, sehingga untuk meningkatkan performa dalam simulasi memerlukan spesifikasi komputer yang tinggi, agar dapat menghitung model simulasi dengan lebih cepat dan lebih maksimal hasilnya
Finite Element Analysis (FEA) terdiri dari material atau desain yang memiliki tegangan ataupun berbagai macam variable untuk dianalisis pada komputer dengan bantuan software agar mendapatkan hasil tertentu, hal ini dilakukan dalam mendesain sebuah produk baru atau perbaikan pada produk yang sudah ada. Sebuah perusahaan dapat memverifikasi desain yang diusulkan dengan spesifikasi klien sebelum manufaktur atau konstruksi. Memodifikasi produk yang sudah ada digunakan untuk melihat apakah sudah memenuhi syarat pada produk atau untuk kondisi produk yang baru. Dalam hal ini kegagalan structural dapat menggunakan FEA untuk mengembangkan desain yang sudah ada. FEA adalah teknik numerik untuk mencari solusi pada masalah nilai batas. Teknik ini menggunakan metode variasi (kalkulus variasi) untuk meminimalkan fungsi kesalahan dan menghasilkan solusi yang stabil. Analoginya dengan gagasan bahwa jika menghubungkan banyak garis lurus kecil dapat menghasilkan lingkaran yang lebih besar. Analisis elemen hingga (FEA) itu sendiri adalah teknik diskritisasi yang dominan dalam analisa mekanika struktural. Konsep dasar dalam interpretasi fisik dari FEA adalah pembagian model matematis yang diuraikan menjadi komponen geometri sederhana (non-overlapping) yang disebut elemen hingga.
proses yang melibatkan penggunaan model 3D untuk mendefinisikan dan mengkomunikasikan informasi produk dan manufaktur (PMI) dalam format digital. Di MBD, model 3D digunakan sebagai sumber otoritatif untuk informasi desain dan pembuatan, menghilangkan kebutuhan akan gambar 2D. Pendekatan ini membantu mengurangi kesalahan dan ketidakkonsistenan dalam proses pembuatan dan meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara berbagai departemen dan pemangku kepentingan
Finite Element Analysis (FEA) terdiri dari material atau desain yang memiliki tegangan ataupun berbagai macam variable untuk dianalisis pada komputer dengan bantuan software agar mendapatkan hasil tertentu, hal ini dilakukan dalam mendesain sebuah produk baru atau perbaikan pada produk yang sudah ada. Sebuah perusahaan dapat memverifikasi desain yang diusulkan dengan spesifikasi klien sebelum manufaktur atau konstruksi. Memodifikasi produk yang sudah ada digunakan untuk melihat apakah sudah memenuhi syarat pada produk atau untuk kondisi produk yang baru. Dalam hal ini kegagalan structural dapat menggunakan FEA untuk mengembangkan desain yang sudah ada. FEA adalah teknik numerik untuk mencari solusi pada masalah nilai batas. Teknik ini menggunakan metode variasi (kalkulus variasi) untuk meminimalkan fungsi kesalahan dan menghasilkan solusi yang stabil. Analoginya dengan gagasan bahwa jika menghubungkan banyak garis lurus kecil dapat menghasilkan lingkaran yang lebih besar. Analisis elemen hingga (FEA) itu sendiri adalah teknik diskritisasi yang dominan dalam analisa mekanika struktural. Konsep dasar dalam interpretasi fisik dari FEA adalah pembagian model matematis yang diuraikan menjadi komponen geometri sederhana (non-overlapping) yang disebut elemen hingga.
proses yang melibatkan penggunaan model 3D untuk mendefinisikan dan mengkomunikasikan informasi produk dan manufaktur (PMI) dalam format digital. Di MBD, model 3D digunakan sebagai sumber otoritatif untuk informasi desain dan pembuatan, menghilangkan kebutuhan akan gambar 2D. Pendekatan ini membantu mengurangi kesalahan dan ketidakkonsistenan dalam proses pembuatan dan meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara berbagai departemen dan pemangku kepentingan.
